Keluargaku adalah Motivasi, Inspirasi, dan Semangat hidupku

06 Maret 2011

Baterei "belimbing wuluh" ala Sunarto

Belimbing wuluh memang terdapat banyak di tempat tinggal sunarto, di desa nguntoronadi magetan, jawa timur. "hampir tiap rumah punya pohon belimbing wuluh. biasanya digunakan sebagai penyedap masakan. tidak peduli musim kemarau ataupun penghujan jadi jumlahnya banyak sekali. tapi banyak yang terbuang terinjak-injak, ujar sunarto menyayangkan.
tentu banyak yang tak menduga,buah berasa asam itu bisa di manfaatkan lebih. sunarto bisa memanfaatkan belimbing wuluh sebagai penghasil listrik. " asam yang ada dalam belimbing wuluh dapat di gunakan sebagai elektrolit baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di dalam baterai mobil," ujar guru SMK Bendo 1 Magetan itu.

MUDAH DI BUAT
Mendapatkan listrik dari belimbing wuluh ini terbilang sangat mudah. bahan untuk membuat "listrik belimbing wuluh" itu tersedia dimana saja. "Hanya perlu gelas air mineral, lempengan seng,tembaga, tanah liat, kabel, dan kalau belimbing wuluh tidak bisa di ganti dengan jeruk nipis," jelasnya panjang lebar.
Untuk memepercepat reaksi kimia,sunarto juga menggunakan tanah liat."tanah liat bersifat asam sehingga campuran antara belimbing wuluh dan lempung (tanah liat) akan menghasilkan reaksi yang lebih bersifat asam,"tegas bapak dua anak itu.
Untuk membuat sel sumber energi listrik, tanah liat di taruh dalam gelas plastik bekas wadah air mineral. lantas di isi air belimbing wuluh.Dalam setiap gelas plastik berisi tanah dan air belimbing itu di letakan lempengan tembaga dan seng, Setelah itu, masing-masing gelas di hubungkan dengan kabel guna mengalirkan arus listrik. "Hasilnya energi listrik pun tercipta dengan tegangan yang lumayan. Kira-kira lima sel mampu mengalirkan tegangan listrik hingga 2,5 Volt atau setara satu baterai kering," tutur sunarto.Baterai ala sunarto itu semua menggunakan barang bekas "jadi murah,instalasinya cukup mudah,meskipu perakitnya awam dengan elektronika,"tutur sunarto. bahkan menurutnya, sering ada kunjungan ketempatnya dari siswa sekolah atau pesantren." Kemarin ada kunjungan siswi sekolah atau pesantren gontor,awalnya mereka bingung, tapi lewat telepon saja akhirnya bisa juga," ujar bapak murah senyum itu.

BUTUH PENGEMBANGAN
Menurut sunarto, energi listrik dari belimbing wuluh dapat bertahan lama hingga satu bulan tanpa mati."Energi yang di hasilkan dapat di perbarui dengan menambahkan atau mengganti gel tanah dan belimbing wuluh," katanya. Hal i tu menurut sunarto cukup menghemat uang dari pada membelai baterai ynag habis pakai langsung di buang.
Dengan "Baterai belimbing wuluh" itu, petani di desa Nuntoronadi dapat memeriksa sawah ketika malam hari. "Bahkan bisa sambil dengar radio dengan baterai belimbing wuluh,"katanya. Dirumahnya, sunarto, memanfaatkan baterai itu untuk menyalakan radio dan lampu.
Hingga kini, sunarto masih terus mengembangkan temuanya agar dapat di kemas praktis layaknya baterai kering." Sekarang saya sedang mencari alat untuk mengestrak campuran tanah dan air belimbing wuluh agar menjadi gel, sehingga dapat di kembangkan dalam kemasan yang ringkas sehingga akan menjadi lebih praktis dari pada saat ini. kalau itu terwujud maka energi alternatif ini akan menjadi sebuah baterai yang ramah lingkungan," angan sunarto.

Sumber : Komunika

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting